
"Penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan ruh dari keberlangsungan dan kemajuan kelembagaan. Melalui benchmarking hari ini, kami berharap STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb dapat mengadopsi praktik-praktik baik (best practices) dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) serta penguatan fungsi pengawasan internal demi mewujudkan tata kelola kampus yang unggul, transparan, dan akuntabel," ujar Dr. Yuli Puji Astutik.
TANJUNG REDEB — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Tanjung Redeb terus berkomitmen memperkuat sistem tata kelola perguruan tinggi dan peningkatan mutu akademik. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berlangsung di Ruang Senat Kampus STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb pada Rabu (4/11/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Senat Akademik serta para dosen di lingkungan STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb. Acara ini menghadirkan dua pakar penjaminan mutu dan pengawasan internal dari UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai narasumber utama, yaitu:
Fuad Muhammad Zein, M.Ud. (Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta)
H. Khairul Imam, S.H.I., M.S.I. (Kepala Satuan Pengawas Internal UIN Raden Mas Said Surakarta)
"Penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan ruh dari keberlangsungan dan kemajuan kelembagaan. Melalui benchmarking hari ini, kami berharap STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb dapat mengadopsi praktik-praktik baik (best practices) dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) serta penguatan fungsi pengawasan internal demi mewujudkan tata kelola kampus yang unggul, transparan, dan akuntabel," ujar Dr. Yuli Puji Astutik.
Dalam sesi pemaparan materi, Fuad Muhammad Zein, M.Ud. membedah strategi penguatan LPM melalui sinkronisasi dokumen SPMI yang responsif terhadap regulasi terbaru akreditasi perguruan tinggi. Beliau menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama seluruh civitas akademika dalam menjalankan budaya mutu secara berkelanjutan.
Sementara itu, H. Khairul Imam, S.H.I., M.S.I. menyampaikan materi berfokus pada peran pengawasan internal (SPI) sebagai mitra strategis pimpinan dalam menjaga integritas, efisiensi operasional, serta tata kelola keuangan dan administrasi kampus.
Diskusi berlangsung interaktif pada sesi tanya jawab, di mana para senat dan dosen STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb secara aktif mendalami implementasi audit mutu internal (AMI) serta penanganan kendala teknis penjaminan mutu di lapangan.
Melalui agenda benchmarking ini, STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb optimistis dapat mempercepat akselerasi peningkatan akreditasi institusi maupun program studi ke depan.