Dosen STITM Tanjung Redeb Raih Juara 3 Nasional Esai Populer Pra-Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah

Ahmad Alif mengajak pembaca menengok kembali esensi perjalanan (safar) dalam Islam. Lewat untaian bait syair klasik Imam Asy-Syafi’i, ia merajut gagasan bahwa rekreasi seharusnya menjadi media tadabur alam yang menjernihkan spiritualitas, meningkatkan kualitas ilmu, dan memperhalus adab kemanusiaan, bukan justru menjauhkan umat dari sajadah.

Tanjung Redeb, 3 November 2026 – Sebuah torehan prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali dipersembahkan oleh salah satu dosen kita. Ahmad Alif Izzuddin Hamda, dosen prodi PAI, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Penulisan Esai Populer Pra-Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah.


Kompetisi bergengsi skala nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai penjuru tanah air. Di tengah dinamika kompetisi ilmiah tersebut, Ahmad Alif Izzuddin Hamda menunjukkan taringnya lewat karya segarnya yang berjudul "Meluruskan Kiblat 'Healing' Lewat Fikih Pariwisata Berkemajuan".

Esai ini lahir dari sebuah keresahan sosial yang mendalam tentang fenomena gaya hidup modern. Di saat banyak orang terjebak mendefinisikan healing atau ketenangan jiwa sebagai komoditas pelarian yang konsumtif, Ahmad Alif mengajak pembaca menengok kembali esensi perjalanan (safar) dalam Islam. Lewat untaian bait syair klasik Imam Asy-Syafi’i, ia merajut gagasan bahwa rekreasi seharusnya menjadi media tadabur alam yang menjernihkan spiritualitas, meningkatkan kualitas ilmu, dan memperhalus adab kemanusiaan, bukan justru menjauhkan umat dari sajadah.

Lebih dari sekadar teori hukum Islam, tulisan ini membumi dengan menyoroti realitas yang sering terabaikan di lapangan. Ahmad Alif dengan berani mengulas pentingnya "Fikih Sanitasi"—ketersediaan fasilitas bersuci yang layak di tempat wisata—serta "Fikih Gentrifikasi" sebagai benteng pembelaan ekonomi dan moral bagi warga lokal di sekitar destinasi wisata. Sudut pandang yang inklusif, tajam, namun disajikan dengan bahasa populer yang renyah inilah yang berhasil menyentuh hati dewan juri Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

"Prestasi ini bukan sekadar tentang piala atau pencapaian pribadi," ungkap Ahmad Alif dengan penuh rasa syukur. "Ini adalah ikhtiar kecil untuk menghidupkan kembali tradisi literasi dakwah yang mencerahkan. Saya berharap ide ini bisa menjadi sumbangsih pemikiran yang menghangatkan hati umat, sekaligus pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa dan rekan sejawat di kampus untuk terus berkarya, menulis, dan menebar kemanfaatan yang lebih luas."

Ibu Dr. Yuli selaku Ketua beserta seluruh civitas akademika STITM Tanjung Redeb mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Ahmad Alif Izzuddin Hamda. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang kelas kita tidak pernah kering dari ide-ide segar dan semangat tajdid (pembaharuan) yang siap berkontribusi bagi peradaban bangsa. Insya Allah, pencapaian ini akan menjadi awal dari lahirnya karya-karya mencerahkan berikutnya dari rahim kampus tercinta.

Naskah di atas sudah rapi total dan siap dipublikasikan di situs resmi atau media sosial kampus STITM Tanjung Redeb.
BUKA NASKAH KLIK DISINI

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT